Pentingnya Gudang Bagi Petani Bawang Merah untuk Mengontrol Harga di Pasaran

0
Gudang bawang merah milik H Bambang Sunardi, berlokasi di Jakarta.

Jakarta, Agriculturenews.id – Saat ini sedang panen raya bawang merah di berabagi daerah di Indonesia, namun ironisnya bukannya membuat petani gembira malah membuat mereka sedih, hal ini disebabkan semakin merosotnya harga bawang di pasaran. Diketahui, saat ini harganya hanya pada kisaran Rp5 ribu/ kg.

Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Bantul, Suroto mengungkapkan harga bawang merah saat ini terus merosot. “Coba banyangkan, ketika petani panen bawang merahnya dibeli pengepul Rp 5 ribu perkilonya, itu yang membuat petani terpuruk,” ujarnya, seperti dikutib Krjogya.com, Selasa (20/8/19).

Menanggapi kondisi yang memprihatinkan ini, H Bambang Sunardi, seorang pelaku usaha di bidang pertanian dan salah satunya di pertanian bawang merah sekaligus sebagai pedagang bawang merah mengatakan, kepedulian pemerintah sangat penting untuk pelaku usaha dan petani kecil untuk menampung sebagian hasil panen di saat melimpah atau panen raya.

“Sistem seperti resi Gudang. Jenis dan bentuk gudang harus ditampung di dalam gudang pendingin seperti Cold Storage Sistim (CAS) yang dimiliki Bulog dan Pemda,” terang Bambang kepada Agriculturenews.id melalui pesan elektroniknya, Jakarta, Selasa (20/8/19).

Namun Bambang menyayangkan, bahwa yang ada di kabupaten Brebes, daerah penghasil bawang merah terbesar, gudang penyimpanan Pemda dan Bulog sangat sedikit dan kurang bisa menampung hasil panen yang diharapkan, sehingga masih banyaknya hasil panen yang masih ada di pasar sehingga harga bisa cenderung turun.

“Itu harus peran pemerintah setempat yang sentra pertanian bawang merah untuk menampung hasil panen sebagian dari petani sehingga tidak banjir di pasar. Polanya harus kemitraan bersama Pemda setempat yang mempunyai gudang penyimpanan sistem dingin,” jelasnya.

Menurut Bambang, dirinya sudah menyarankan kepada Bulog dan Pemda setempat untuk lebih banyak bangun gudang penyimpanan sistem dingin dengan pola kemitraan atau resi gudang sehingga hasil panen bisa dititipkan ke gudang dengan pola pembayaran 70% dan 30 % sebagai jaminan.

“Pada saat harga naik, kita jual hasil titipan di gudang tersebut dan setelah dihitung ada profit marginnya kita bagi bersama kepada gudang tersebut,” hitungnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, seyogyanya gudang yang ada di sentra pertanian bawang merah harus bisa menampung minimal 50-100 ton per hari disaat panen raya. Hal Itu akan mengurangi peredaran di pasar induk Jakarta sehingga harga akan cemderung stabil.

“Dengan sistim resi gudang akan saling menguntungkan untuk Pemda dan Bulog dengan petan atau pengepul,” tutup.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here