SUTA Minta Presiden Tempatkan Orang yang Kredibel Urus Pertanian dan Agribisnis

0
Dadung Hari Setyo, Ketua Umum Komunitas Usaha Pertanian (KUP) Sentra Usaha Tani dan Agribisnis (SUTA) Nusantara.

Jakarta, Agriculturenews.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) membeberkan komposisi kabinet baru dalam periode kedua pemerintahannya nanti. Menurut Jokowi, kabinet baru yang akan dipimpinnya bersama Maruf Amin itu saat ini sudah selesai disusun. Ia mengaku tinggal mengumumkan susunan kabinet di waktu yang tepat.

“Sudah final semua. Tinggal kami umumkan. Bisa Agustus, bisa juga saat pelantikan (20 Oktober 2019). Semua sudah final,” kata Jokowi saat bertemu dengan pimpinan redaksi media massa di Istana Merdeka, Rabu (15/8/2019), sebagaimana dikutip dari Kompas.com.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum KUP Suta Nusantara Dadung Hari Setyo berharap, menteri yang terkait dengan pertanian  seperti Menteri Pertanian, Kelautan, Pergadangan, Koperasi dan UMKM, Perindustrian dan BPN, dapat bersinergi dengan baik dalam membangun kebijakan yang melonggarkan pemerataan dan pertumbuhan di sektor pertanian dan agribisnis.

“Dapat mengurai kebijakan yang overlaping dan over locking. Selain itu peranan Menteri Negara BUMN dan pimpinan BUMN di sektor pertanian atau agribisnis harus mampu menjadi operator yang strategis di lapangan yang lebih baik,” terang Dadung melalui pesan elektroniknya, Jakarta, Jum’at (16/8/19).

Selain itu, Dadung mengatakan, BUMN di sektor pertanian harus dapat memperbesar peluang keuntungan, tidak boleh merugi. Hal itu bukan berarti beroientasi profit murni tanpa ada fungsi sosial atau kerakyatanya, tetap fungsi BUMN harus menjadi tauladan bagi pelaku usaha di masyarakat.

Ia meyakini, bila sinergisitas kementrian terkait pertanian dan agribisnis terwujud dan peran strategis BUMN  berjalan baik, maka di sektor pertanian atau agribisnis dapat diwujudkan stabilitas produksi dan tata niaga perdagangan yang kondusif di masyarakat.

“Sehingga masyarakat sebagai pelaku usaha pertanian terdorong untuk mengikuti atau berpartisipasi mendong terwujudnya hal tsb. Dan bila ke depan terjadi masalah tidak ada lagi di antara kementrian saling menyalahkan atau kesuksesan program dianggap sebagai ego sectoral,” imbuhnya.

Lebih lanjut Dadung mengatakan, saat era millenium sebagian besar masyarakat kita dapat melihat proses serta hasil kinerja para pejabat termasuk kementerian, oleh karena itu menteri ke depan dibutuhkan sesorang yang punya kompetensi, kredibilitas dan akuntabilitas yang baik dalam mengemban amanah negara dan rakyat.

“Selamat kepada putra putri terbaik untuk mengabdi kepada ibu periwi,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here