Djonharro, Menetaskan Program Gerakan Kembali ke Desa

0
Pendiri Argonal (Arena Gotong Royong Nasional), dan Penggagas program Gerakan Kembali ke Desa (back to village).

Agriculturenews.id – Sebagai tokoh kemasyarakatan yang memiliki komitmen kerakyatan, HM. Djonharro menetaskan program Gerakan Kembali ke Desa (back to village). Sosok putra lampung yang dididik dan dibesarkan dari keluarga petani ini, di usianya yangg ke 78, bersama eksponen kepemudaan ia juga mendirikan organisasi kemasyarakatan yang bernama Argonal (Arena Gotong Royong Nasional).

Banyak orang yang mengenal HM. Djonharro atau yang biasa dipanggil dengan sebutan Bang John, ia dikenal memiliki idealism dan keberpihakan yang tinggi terhadap nasib dan perjuangan kerakyatan. Dalam dunia keaktivisan, Bang John juga sangat di kenal di keluarga besar Kosgoro, sebagai sosok pembina dan pendidik kader bangsa. Begitu juga di keluarga ormas Kekaryaan atau Golongan Karya, ia cukup dikenal sebagai sosok yang egaliter dan komunikatif.

Khususnya ormas Agronal, organisasi yang sudah memiliki legalitas Kemenkumhan dan Kemendagri ini ia didirikan dan bentuk sebagai organisasi yang menghimpun seluruh potensi sumber daya manusia yang punya komitmen yang sama untuk memperjuangkan nasib rakyat dan juga membangun bangsa. Yang lebih penting menurut lagi adalah, Argonal sebagai organisasi yang memiliki komitmen yang jelas yakni program kerjanya menyentuh hati rakyat, dan melibatkan pastisipasi rakyat.

“Dengan demikian kami berharap rakyat akan semakin sadar bahwa mereka adalah bukan objek pembangunan semata tapi merupakan subjek pembangunan yang nyata,” ujar Bang John dalam suatu kesempatan diskusi, di Jakarta.

Terkait dengan komitmen tersebut, Argonal segera meletakkan komitmen programnya, salah satu yang serius sedang digarapny yakni “Gerakan Kembali ke Desa”. Program tersebut berupa pembangunan kawasan pertanian terpadu. Di mana, untuk sementara ada di tiga wilayah yang segera digarap. Pertama, lahan terlantar puluhan hektar di Sukabumi, untuk dikembangkan menjadi kawasan pertanian terpadu.

Di sana akan dibentuk Agronal Argo Senter, pusat bisnis pertanian, mengembangkan kawasan wisata dan edukasi dan riset atau penelitian. Semua itu didedikasi denga semangat gotong royong dan kerakyatan.

Kedua, di kabupaten Bogor, tepatnya di desa Cidokom, akan dikembangkan perikanan air tawar terpadu. Ada ikan lele, nila, dan ikan hias, selain itu juga akan dibuat sentra jamur dan ulat sutra. Yang ke tiga, di kabupaten Waykanan, propinsi Lampung, “Insya Allah keluarga besar saya dan masyarakat di sana bisa  kerjasama denga Argonal, dengan  program gerakan kembali ke desa,” tegas Bang John.

Secara filosofis, Argonal ini adalah arena semua orang, untuk mengabdi kepada rakyat. Karena rakyatlah kita bisa berdiri tegak dan melaksana agenda-agenda kegiatan. “Lebih disisa hidup ini kita curahkan, amalkan  ilmu, dan pengalaman kita kepada rakyat, agar hidup kita ini selalu bernilai dan bermanfaat. Dengan demikian kita sudah memuliakan rakyat. Semoga Allah Tuhan Yang Maha Esa memberikan kemudahan untuk menjalankan program tersebut,” doanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here