Ubah Sampah Plastik Jadi BBM, ‘Cah Bantul’ Ini Banjir Pesanan

0
Affan menunjukkan cara kerja alat pengurai sampah plastik jadi bahan bakar karyanya.

Yogyakarta, Agriculturenews.id – Y Affan Almada, mahasiswa Teknik Mesin Sekolah Vokasi UGM kini sedang banjir pesanan dari jurusan Kimia kampus-kampus lain. Betapa tidak, alat buatannya yang dinamai AL-Production sedang diminati karena mampu mengubah sampah anorganik plastik menjadi bahan bakar berupa bio oil dan biogas.

Alat yang diinisiasi Affan sejak duduk di bangku SMA tersebut mulai dikembangkan kembali setahun terakhir. Ia menggandeng satu rekan dari Refandy Dwi Darmawan dari Fakultas Kehutanan UGM untuk memaksimalkan kinerja alat yang sekilas tampak sederhana.

AL-Production menurut Affan memanfaatkan mekanisme pirolisis yakni memanaskan plastik tanpa oksigen dalam temperatur tinggi hingga 450-550 derajat Celcius. Uap yang dihasilkan lantas didistilasi hingga menghasilkan oil dan nantinya bisa digunakan sebagai bahan bakar.

Peralatan yang digunakan pun cukup sederhana yakni tabung kedap udara berbahan stainless steel dan pipa untuk mengalirkan cairan hingga menjadi minyak. “Sumber energi untuk memanaskan menggunakan aliran listrik 1200 Watt karena lebih mudah dikontrol suhunya sehingga hasil yang kita dapatkan maksimal. Proses dari memasukkan sampah plastik hingga keluar tetesan minyak itu sekitar 30 menit,” ungkap mahasiswa angkatan 2017 tersebut pada wartawan Rabu (31/7/19), sebagaimana dilansir dari Krjogya.com.

Sisa dari pemanasan plastik sendiri menurut Affan bakal menjadi residu kental yang mengendap di bawah tabung. Berdasar penelitiannya, residu tersebut bisa terurai sehingga mampu mengurangi dampak ikutan sampah plastik.

Sejak bersekolah di SMA N 1 Jetis Bantul, Affan memiliki kegelisahan pada banyaknya sampah plastik di lingkungannya. Ia merasa khawatir plastik yang semakin banyak akan sulit diurai padahal konsumsi masyarakat akan terus bertambah dari tahun ke tahun.

“Saya coba teliti tentang pirolisis ini, lalu coba buat alat karena tertarik terus mengeksplorasi. Harapannya nantinya bisa jadi salah satu solusi pengurai sampah plastik yang jumlahnya sangat banyak di Indonesia,” ungkapnya lagi.

Affan menceritakan alat sejenis dengan fungsi memanaskan sampah sebenarnya juga ada di luar negeri. Namun, AL-Production karyanya tersebut memiliki keunggulan menggunakan energi listrik dan sudah dilengkapi dengan destilator sehingga bisa mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar.

Tak heran bila kemudian hingga satu tahun terakhir tujuh alat telah berhasil dijualnya ke pasaran. Pembelinya, sebagian besar merupakan kampus dengan jurusan Kimia yang ingin mengembangkan penelitian cairan tertentu.

“Setahun lebih sudah produksi tujuh unit dan semuanya sudah terjual, dibeli kampus-kampus lain. Saya buat beberapa ukuran misalnya yang 2-3 liter saya jual Rp 20 juta sementara yang kapasitas 10 liter harganya Rp 35 juta, bisa lebih besar lagi menyesuaikan pesanan dan kebutuhan,” imbuh pemuda asli Beran, Canden, Kecamatan Jetis, Bantul ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here