Kelola Sampah Terpadu dan Urban Farming, Suta Nusantara Sumsel Diganjar Penghargaan Kalpataru

0
Arie Wijaya, Pimpinan Wilayah Suta Nusantara Sumatra Selatan (Sumsel) saat menerima penghargaan Kalpataru.

Sumatra Selatan, Agriculturenews.id – Kembangkan konsep pengelolaan sampah terpadu dan urban farming, Pimpinan Wilayah Suta Nusantara Sumatra Selatan (Sumsel), Arie Wijaya, diganjar penghargaan Kalpataru tingkat Propinsi Sumsel pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diselenggaran Pemerintah Propinsi Sumsel, di Kabupaten Banyuasin, Sumsel, Selasa (23/7/19).

Menurut keterangan yang diperoleh Agriculturenews.id, penghargaan ini juga diiringi dengan perhargaan Program Kampung Iklim (Proklim) tingkat Propinsi Sumsel tahun 2019 yang diterima Ketua RW.03 Kelurahan Kalidoni Palembang.

Menurut Arie Wijaya, konsep pengelolaan sampah terpadu yang dimaksud dengan menggunakan system Instalasi 3R. Dengan memadukan berbagai sistem pengolahan sampah beserta program turunannnya, yang terdiri dari: Pengolahan sampah organik menjadi pupuk (padat dan cair); Pengolahan sampah organik menggunakan teknologi Maggot BSF;

Selain itu, pengolahan sampah plastik menjadi BBM (Bahan Bakar Minyak) yang terdiri atas premium, solar dan minyak tanah (mesin pirolisis); Pembuatan probiotik komposter; Crusher (cacah) plastik; Tanaman buah dalam pot (tabulampot); Tanaman sayur dalam pot; Hidroponik; Lele sistem bioflok; Teknologi tepat guna ramah lingkungan : solar cell, turbin angin dan turbin air; dan edukasi persampahan.

Arie menjelaskan, Kecamatan Kalidoni merupakan percontohan pengolahan sampah dengan Instalasi 3R di Kota Palembang. Intalasi 3R ini juga mengembangkan konsep urban farming (pertanian kota) berbasis pemberdayaan masyarakat. Pelaksanaan program pengolahan sampah 3R dan Urban Farming di tingkat Kecamatan Kalidoni dilaksanakan divisi khusus yang dimiliki Kecamatan Kalidoni yang disebut Satuan Kerja Kecamatan (Satker) Kecamatan Kalidoni.

“Sebagain besar anggota Satker merupakan anggota Suta Nusantara, termasuk Ketua Satker Bapak Hendi, yang merupakan Sekretaris Pimwil Suta Nusantara Sumsel. Di lapangan, Satker Kalidoni dibantu penuh oleh Suta Nusantara Pimwil Sumsel untuk menjalankan program-program kerja dan edukasi baik bagi masyarakat maupun bagi pengelola,” terang Arie yang juga menjabat sebagai Camat Kalidoni, Palembang ini.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, Suta Nusantara selain memberikan arahan program dan perencanaan juga mendampingi dan melakukan pembinaan pada setiap program. Metode ini memberikan sebuah konsep baru dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat yaitu pemerintah sebagai katalisator, komunitas sebagai pendamping dan masyarakat sebagai objek pemberdayaan juga sebagai bagian dari komunitas.

“Hal ini memungkinkan masyarakat untuk dapat saling asah, saling asuh dan bertukar informasi dan pengetahuan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Arie katakana, Penghargaan Kalpataru dan Kampung Iklim ini bisa menjadi penambah semangat masyarakat untuk meningkatkan kemampuan dan membangun masyarakat lebih maju lagi. Dengan adanya penghargaan ini tentunya akan semakin banyak pihak yang bersimpati untuk bersama–sama membantu mewujudkan Kampung Iklim  yang didukung oleh partisipasi dan wirausaha masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here